Tampilkan postingan dengan label Gambaran Potensi Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gambaran Potensi Desa. Tampilkan semua postingan

6 Des 2010

Aspek Pemuda Dan Olah Raga


Masalah pemuda dan kepemudaan yang merupakan hasil dari besarnya jumlah penduduk dengan komposisi usia muda, memerlukan perhatian serius. Mengingat munculnya permasalahan permasalahan kenakalan remaja, pengangguran, penyalahgunaan obat-obat terlarang dan tindak kriminal, bagaimanapun juga akan menjadi ancaman dalam kegiatan pembangunan desa.
Sejalan dengan kondisi itu, serta dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dalam kelompok usia muda, maka program-program yang mampu menyerap aspirasi pemuda dengan aktualisasi peran pemuda, pengembangan bakat dan minat, serta pengentasan/pengurangan angka pengangguran perlu strategi
program yang jelas. Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah generasi muda yang terjebak ke dalam tindak/perilaku yang kurang baik. Kesemuanya ini sangat terkait dengan pembinaan mental, sosialisasi nilai-nilai kemasyarakatan, masalah pendidikan, pembinaan olah raga, pengembangan sanggar seni budaya generasi muda serta aktivitas kemasyarakatan yang mampu menumbuhkan kreativitas, tanggung jawab, dan kemandirian para pemuda serta penciptaan kesempatan kerja seluas-luasnya bagi generasi muda. Sejalan dengan itu, maka penyediaan sarana dan prasarana olah raga, sarana organisasi kepemudaan, keagamaan, Pelatihan-pelatihan keterampilan, perlu terus dikembangkan dan dibenahi agar menjadi tempat yang cukup menarik bagi sebagaian besar generasi muda. di sisi lain, masalah pendidikan budi pekerti, etika dan estetika, perlu dipikirkan kembali untuk menjadi muatan desa, sedang di bidang keagamaan yang telah ada perlu terus di dukung eksistensi dan pengembangan serta keberlangsungannya. Bagaimanapun juga generasi muda yang akan menjadi pemimpin dan melajutkan pembangunan desa dalam masa mendatang

Potensi Prasarana dan Sarana


a.    Dilewati jalan provinsi sepanjang 2500 m dengan kondisi baik.
b.    Memiliki jalan lingkungan dengan total panjang 2.000 m dengan kondisi masih perlu ditingkatkan dan 1500 m dengan kondisi  baik.
c.    Terdapat jembatan 8 buah dan yang kondisi baik sebanyak 4 buah.
d.    Terdapat tambatan perahu 2 unit yang ramai
e.    Terdapat perahu penyebrangan 2 buah yang dimiliki masyarakat desa untuk melancarkan arus transportasi air.
f.     Terdapat MCK Umum  8 unit yang tersebar di desa secara merata.
g.    Memiliki gedung kantor pemerintahan desa yang baik  yang dapat mendukung kinerja apatarur desa.
h.    Terdapat masjid 2 unit dan mushala 7 unit yang tersebar merata diseluruh lingkungan dan ramai dipakai.
i.      Memiliki lapangan olah raga sepak bola yang masih layak pakai.
j.      Memiliki kantor Puskesmas Pembantu 1 unit dan posyandu 3 unit, dengan 2 unit kondisi baik dan dihuni oleh tenaga medis (bidan) yang mumpuni.
k.    Terdapat  tenaga kesehatan terlatih meliputi dukun tenaga  dukun bersalin 1 orang dan kader kesehatan Desa Siaga 20 orang.
l.      Memiliki prasarana dan sarana pendidikan yang memadai meliputi Gedung TK. 2 unit, Gedung SD 1 unit, Gedung MI 1 unit gedung MTs 1 unit.
m.   Memiliki lembaga pendidikan keagamaan yang lengkap, meliputi Taman Pedidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah, Pondok pesentren)
n.    Memiliki Pasar Desa 20 kios dan 2 los 15X5 meter

Aspek pendidikan, kesehatan & kesejahteraan sosial.

Desa Munung dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini dibilang ketinggalan dengan desa sekitar baik mutu, sarana, dan sumber informasi masih jauh ketinggalan dengan dareah lain, hal ini ditunjukkan dengan minimnya jumlah lulusan SLTP yang bisa masuk ke SLTA Negeri, dan tidak adanya Lulusan SLTA yang dapat melanjutkan ke PT/Akademi Negeri, Rendahnya kualitas pendidikan di Desa Munung, tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Munung baru tersedia pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara pendidikan menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh, yang terdekat justru berada di kabupaten Jombang. maka dalam rangka meningkatkan kualitas peserta didik, Pemerintah Desa beserta warga masyarakat sedang akan  melakukan upaya maksimal untuk saling menutupi kekurangan antara lain dengan peningkatan sarana yang sekolah belum mampu menyediakan.
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tinggkat pendidikan Desa Munung  dapat dilihat pada Tabel Pendidikan
Data tersebut menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Munung  hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.
Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Munung  yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Munung.


 sarana pendidikan di Desa Munung antara lain.

Tabel Sarana Penunjang Pendidikan
No
Jenis Sarana
Jumlah
Jumlah Siswa
1
TK
2
65
2
SD
1
98
3
MI
1
31
3
Madrasah Diniyah
1
31
4
MTs
1
124
5
Pesantren
1
34
6
TPA
2
130
7
PAUD
0
0
Sumber : Pendataan RPJMDES Tahun 2011

Ketidak mampuan sarana/infrastruktur ekonomi dan bisnis dalam upaya menampung para lulusan lembaga pendidikan yang ada di desa, berakibat pada timbulnya pengangguran, yang akan berdampak pada timbulnya menurunnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa. Adanya kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak)dan TDL  juga berpengaruh pada penurunan tingkat perekonomian warga yang ditunjukkan dengan adanya meningkatnya jumlah penduduk miskin, menurunnya daya beli masyarakat, adanya PHK dan persoalan-persoalan sosial lainnya. Hal ini perlu disikapi secara positif untuk menjadikan kita sebuah motifasi  untuk lebih kreatif dalam menggali potensi desa dengan mencitakan lapangan pekerjaan,
Dalam kondisi seperti ini Pemerintah Desa harus mampu mengatasi persoalan-persoalan yang mungkin akan timbul akibat dari meningkatnya kebutuhan biaya hidup dengan mengadakan program-program pemberdayaan melalui kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten.
Tabel Sarana Kesehatan Masyarakat

No
Sarana Kesehatan
Jumlah
1
Puskesmas Pembantu
1
2
Tempat Posyandu
3
3
Praktek Bidan
1
4
Dukun Bayi
1

Jumlah Total


Tabel Jumlah Keluarga Miskin
No.
Kategori
Jumlah
1
Keluarga Miskin
339 KK
2
Keluarga Sejahtera
174 KK

JUMLAH TOTAL
513 KK

Berdasarkan data yang ada tersebut diatas, disamping merupakan sumber potensi yang ada, juga bisa menjadi berbagai persoalan/masalah yang merupakan dampak dari perkembangan situasi yang ada. Dalam rangka memecahkan berbagai persoalan yang ada, maka Pemerintah Desa Munung perlu menyiapkan berbagai strategi kegiatan yang sinergis atau kerjasama dengan semua institusi atau komponen baik pemerintah maupun swasta sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing.

Aspek Sosial Budaya


Kondisi sosial budaya masyarakat ditunjukan masih rendahnya kualitas dari sebagian SDM masyarakat di Desa Munung, serta cenderung masih kuatnya budaya paternalistik. Meskipun demikian pola budaya seperti ini dapat dikembangkan sebagai kekuatan dalam pembangunan yang bersifat mobilisasi masa. Di samping itu masyarakat Desa Munung yang cenderung memiliki sifat ekspresif, agamis dan terbuka dapat dimanfaatkan sebagai pendorong budaya transparansi dalam setiap
penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.
Munculnya masalah kemiskinan, ketenaga kerjaan dan perburuhan menyangkut pendapatan, status pemanfaatan lahan pada fasilitas umum menunjukan masih adanya kelemahan pemahaman masyarakat terhadap hukum yang ada saat ini. Kondisi ini akan dapat menjadi pemicu timbulnya benih kecemburuan sosial
Sabotase dan sengketa yang berkepanjangan, jika tidak diselesaikan sejak dini

Komentar

Bisnis Dahsyat tanpa modal